Menu Utama
Home
Search
Profil Parlemen
Profil Anggota Parlemen
Galleri Foto
Opini
Berita Terkini
Pesona Atol dan 17 Gugus Terumbu Karang di Tanjung Karang, Donggala
Asyiknya Jelajahi Terumbu Kapal Perang

Tanjung Karang, seperti n...
Menikmati Wisata Bahari di Gura Ici Kepulauan Makayoa, Halmahera Selatan
Berburu Soft Coral, Dikejutkan Ikan Pari Hantu

Satu lagi potensi...
Tanah Lot Art Festival, Andalan Tabanan
Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menjadikan kegi...
Menelusuri Jejak McArthur di Morotai
KOMPASIANA.com - Ketiadaan informasi yang memadai membuat saya ‘buta&...
Ke Cihampelas, Cobalah Tahu Hujin
KOMPAS.com — Lembutnya tahu Hujin Tje Lie Rina yang disajikan dengan ...
Advertisement
Home
Berita Terakhir
DPRD NTT Minta Perketat Jalur Unggas Dari Surabaya
Monday, 09 August 2004
Kupang - Kembali merebaknya kasus flu burung atau Avian Influenza (AI) di Indonesia dalam dua NTT dalam rapat dengar pendapat dengan instansi terkait tingkat provinsi, Kamis (23/02/2006) meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas unggas ke NTT.
Read more...
 
Pertanyakan SK Walikota, Ratusan GTT/PTT Datangi DPRD Surabaya
Monday, 09 August 2004
Surabaya - Aksi damai kembali dilakukan oleh 200 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (27/02/2006). Mereka mengadu atas ketidakjelasan nasib GTT/PTT yang hingga saat ini tidak jelas.
Read more...
 
Buruh PT Maspion Group Kembali Serbu DPRD Jatim
Monday, 09 August 2004
Surabaya - Ribuan buruh PT Maspion kembali mendatangi gedung DPRD Jawa Timur, Kamis (23/02/2006). Aksi yang dilakukan kedua kalinya di gedung DPRD Jatim, membawa lebih banyak massa.
Read more...
 
<< Start < Prev 81 82 Next > End >>

Results 487 - 489 of 489
Galeri Foto
Pencarian
Agenda Dewan

Pengelola Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta mengaku tidak melakukan persiapan khusus dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung wisata pendidikan luar angkasa menjelang musim liburan sekolah.  "Kami tidak melakukan persiapan khusus dan saat liburan sekolah nanti Planetarium akan beroperasi normal seperti hari biasa," ujar Kasi Pertunjukan dan Observasi Planetarium dan Observatorium, Hj Tarumini di Jakarta, Selasa (23/6).
     
Meski demikian, menurut dia, hampir dipastikan jumlah pengunjung ke tempat wisata pendidikan itu di musim liburan sekolah kali ini yang berlangsung 29 Juni - 12 Juli 2009 atau mulai pekan depan dipastikan mengalami lonjakan.  Saat ini telah mendaftar calon pengunjung rombongan yang berjumlah minimal 100 orang.

Pengunjung rombongan hanya berlaku pada hari Selasa-Jumat.   Sedangkan kapasitas ruang yang disiapkan bagi pengunjung seperti ruang teater bintang maksimal 350 tempat duduk untuk setiap kali pertunjukan dengan memakan waktu satu jam. "Dengan kondisi itu maka pihak pengelola tidak memberikan izin masuk jika tempat duduk telah terisi sesuai kapasitas yang disediakan baik rombongan atau pun perorangan," katanya.
     
Selain pertunjukan teater bintang, Planetarium dan Observatorium juga mengadakan pertunjukan lain seperti citra ganda atau slide show yang berisi materi tata surya, penjelajahan kecil di tata surya serta terjadinya gerhana matahari dan bulan. Untuk pertunjukan slide show kapasitas yang disediakan sebanyak 150 tempat duduk dan ke semua pertunjukan itu bisa dinikmati kecuali pada hari Senin dengan harga tiket yang cukup terjangkau.
     
Tiket rombongan sesuai peraturan daerah untuk pelajar dan mahasiswa Rp 3.000 per orang, bukan pelajar dan mahasiswa Rp 5.000, kemudian untuk umum anak-anak Rp 3.500 dan dewasa Rp 7.000 per orang. Sedangkan pertunjukan slide show untuk anak-anak Rp 1.500 per orang dan dewasa Rp 2.500 per orang.

Sumber : Antara

Senin, 27 februari 2007 laporan komisi-komisi tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.

Senin, 06 Maret 2005 pendapat akhir fraksi-fraksi tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.

Selasa, 21 Februari 2006 jawaban eksekutif tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.
Polling
Apakah anda setuju terhadap Perda Transparansi sebagai kontrol Pemerintah Propinsi Jawa Timur ?