 |
|
Berita Terkini |
Asyiknya Jelajahi Terumbu Kapal Perang
Tanjung Karang, seperti n... |
Berburu Soft Coral, Dikejutkan Ikan Pari Hantu
Satu lagi potensi... |
|
Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menjadikan kegi... |
|
KOMPASIANA.com - Ketiadaan informasi yang memadai membuat saya ‘buta&... |
|
KOMPAS.com — Lembutnya tahu Hujin Tje Lie Rina yang disajikan dengan ... |
|
|
 |
|
 |
 |
|
|
Home |
 |
|
|
Indonesia dalam Diorama, Wisata Sejarah Gratis di Cilandak |
|
Tuesday, 01 September 2009 |
|
Menjelang dan saat Pemilu 2009 berlangsung, isu tentang jati diri bangsa dan kebudayaan cukup mencuri perhatian masyarakat. Kedua unsur tersebut dinilai masih kurang mengakar, sehingga perjalanan kita sebagai bangsa kerap mengalami disorientasi.
Indonesia, sebagai negara yang mengarah pada kemajuan, seharusnya tahu dan mengenal sejarah bangsanya dan menghargai jasa para pahlawan. Dengan darah, pengetahuan dan semangat merekalah bangsa ini dibangun.
Sebagai sarana memperkenalkan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membuka untuk umum diorama sejarah perjalanan bangsa (DSPB) setelah diresmikan.
"Diorama sejarah perjalanan bangsa adalah pengungkapan proses dinamika bangsa dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi," kata Djoko Utomo, Kepala ANRI, kepada Kompas.com seusai peresmian DSPB oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung ANRI Jakarta, Senin (31/8). |
|
Read more...
|
|
|
Daya Tarik Siti Inggil di Kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon |
|
Monday, 31 August 2009 |
|
Bagi yang suka berwisata religi, tidak ada salahnya bila mereka mengunjungi Cirebon. Sebab, di kota itulah berdiri tiga keraton yang menjadi pusat penyebaran Islam pada masa lalu. Yang tertua adalah Keraton Kasepuhan, disusul Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan.
Dengan merujuk usianya, sebaiknya kita memang mengunjungi Keraton Kasepuhan. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Cirebon. Hanya sekitar 20 menit dengan angkutan umum, baik dari Terminal Bus Harjamukti maupun Stasiun Kereta Api Kejaksaan. Konon, Keraton Kasepuhan dibangun Putra Mahkota Kerajaan Pajajaran Pangeran Cakrabuana pada abad XV.
Pemandu wisata siap mengantar wisatawan yang berminat mengelilingi keraton. Mereka adalah abdi dalem keraton yang siap mendampingi wisatawan menikmati kompleks keraton yang berdinding bata merah menyerupai pura itu. |
|
Read more...
|
|
|
Mendambakan Ketenteraman di Pamijahan |
|
Friday, 28 August 2009 |
|
Tak dimungkiri, ziarah telah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi itu tak hanya dilakukan terhadap leluhur, orangtua, atau anggota keluarga yang dicintai. Tradisi juga itu meluas dengan berziarah ke makam tokoh penyebar agama yang penuh karisma dan sangat dihormati.
Tak semua peziarah mengunjungi makam tokoh agama untuk meminta sesuatu yang berkenaan dengan hajat hidupnya. Sebagian di antaranya berziarah justru untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan pikiran. Dengan cara itu akan tumbuh kembali motivasi dan kesadaran beragama setelah disibukkan oleh rutinitas yang melelahkan.
Salah satu obyek wisata religius di Tatar Sunda yang banyak diziarahi orang adalah makam Syekh Haji Abdul Muhyi. Makam ini terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, 65 kilometer arah selatan dari pusat kota Tasikmalaya. Menjelang puasa dan bulan Maulud, obyek wisata ziarah ini ramai dikunjungi. Tiap tahun tak kurang dari 500.000 orang berkunjung ke kompleks pemakaman itu.
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 43 - 48 of 489 | |
|
|
|
|
Agenda Dewan |
|
|
|
|
|
|