 |
|
Berita Terkini |
Asyiknya Jelajahi Terumbu Kapal Perang
Tanjung Karang, seperti n... |
Berburu Soft Coral, Dikejutkan Ikan Pari Hantu
Satu lagi potensi... |
|
Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menjadikan kegi... |
|
KOMPASIANA.com - Ketiadaan informasi yang memadai membuat saya ‘buta&... |
|
KOMPAS.com — Lembutnya tahu Hujin Tje Lie Rina yang disajikan dengan ... |
|
|
 |
|
 |
 |
|
|
Home |
 |
|
|
Monday, 29 March 2010 |
KOMPAS.com - Jika ingin merasakan terbang layaknya Superman, Anda tak perlu berkhayal memiliki sayap. Jagat bawah laut Indonesia bisa mewujudkan keinginan Anda melayang ke tempat-tempat paling indah di planet biru ini.
Rasakan sensasi saat tubuh menjelajah di atas kumpulan karang berukuran kecil hingga raksasa yang tumbuh di hamparan pasir dasar laut, dinding koral sepanjang puluhan meter, ditingkahi gerakan lincah beragam ikan karang dan biota laut dengan bentuk dan warna tubuh yang menawan hati.
Panorama itu dengan mudah bisa ditemukan di negeri bahari ini. Dengan panjang pantai 95.181 kilometer atau kedua terpanjang di dunia, terhampar surga terumbu karang dengan ragam ikan di permukaan (pelagis) dan dasar perairan (demersal), goa, hingga gunung bawah laut. |
|
Read more...
|
|
|
Berburu Matahari di Maninjau |
|
Wednesday, 24 March 2010 |
KOMPAS.com - Danau Maninjau selalu menarik minat saya, bukan cuma karena panorama danaunya yang tenang dan mengandung misteri, seperti ada nuansa magis dan mistis yang dipancarkan air danau yang hijau kehitam-hitaman itu. Bukan cuma karena Kelok 44 yang fantastis, bukan hanya karena jalan salingka (selingkar) danau dengan nagari-nagari yang sarat mitologi seperti Tanjuang, Sani, Sigiran, Koto Malintang, dan lain-lain.
Juga bukan karena legendanya yang fenomenal karena menyangkut pembuktian akan kebersihan diri dari sepasang kekasih Sani dan Giran atau rumah Buya Hamka yang sangat tersohor sampai ke dan menjadi tujuan bagi para wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Timur Tengah. Atau hanya karena rakik (peyek) dan palai (pepes) rinuak (ikan-ikan kecil yang hanya hidup di Danau Maninjau) dan khas Maninjau atau rebusan pensi yang bikin alergi saya kumat.
Atau Puncak Lawang yang membuat para penggila olahraga paralayang di seluruh dunia ngiler karena ketinggian dan kualitas anginnya yang yahud, tapi memang karena semua itu, bahkan sawah dan perbukitannya yang seperti berlomba masuk ke pelukan danau pun sangat memikat mata saya. Sementara bebunyian tambua (gendang besar) serta gendang tassa para musisi tradisional di Paninjauan juga sangat indah kedengarannya di telinga. |
|
Read more...
|
|
|
Pasola, Ketupat dan Perdamaian... |
|
Monday, 22 March 2010 |
|
Kuda-kuda berlarian dengan rumbai warna-warni. Laki-laki sumba dengan ikat kepala menyala, mulut merah karena sirih tegak gagah di atasnya. Mereka membawa tongkat kayu yang dijadikan lembing. Bersahut-sahutan. Saling serang dengan kelompok diseberangnya. Begitu berani tanpa sama sekali menggunakan alat pelindung. Ya, momen seperti inilah yang akan ditemukan pada festival perang-perangan, Pasola.
Pasola bagi orang-orang di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah festival yang menunjukkan betapa beraninya para kesatria Sumba. Dalam perhelatan ini setiap laki-laki yang ikut serta berusaha menunjukkan ketangkasannya mengendalikan kuda dan melempar lembing kayu.
Jika ada yang berdarah dalam prosesi ini maka tidak boleh ada dendam, bahkan mereka percaya bahwa darah yang mengucur membawa pertanda baik. Tahun ini hasil panen dan mungkin tangkapan ikan di laut akan lebih baik. Luka yang timbul pun membuat jalannya pasola menjadi semakin seru karena setiap peserta ingin membalas lawan di depan sana. |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 19 - 24 of 489 | |
|
|
|
|
Agenda Dewan |
|
|
|
|
|
|