Menu Utama
Home
Search
Profil Parlemen
Profil Anggota Parlemen
Galleri Foto
Opini
Berita Terkini
Pesona Atol dan 17 Gugus Terumbu Karang di Tanjung Karang, Donggala
Asyiknya Jelajahi Terumbu Kapal Perang

Tanjung Karang, seperti n...
Menikmati Wisata Bahari di Gura Ici Kepulauan Makayoa, Halmahera Selatan
Berburu Soft Coral, Dikejutkan Ikan Pari Hantu

Satu lagi potensi...
Tanah Lot Art Festival, Andalan Tabanan
Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menjadikan kegi...
Menelusuri Jejak McArthur di Morotai
KOMPASIANA.com - Ketiadaan informasi yang memadai membuat saya ‘buta&...
Ke Cihampelas, Cobalah Tahu Hujin
KOMPAS.com — Lembutnya tahu Hujin Tje Lie Rina yang disajikan dengan ...
Advertisement
Home
Berita Terakhir
Eksotisme Wisata Selam
Monday, 29 March 2010
KOMPAS.com - Jika ingin merasakan terbang layaknya Superman, Anda tak perlu berkhayal memiliki sayap. Jagat bawah laut Indonesia bisa mewujudkan keinginan Anda melayang ke tempat-tempat paling indah di planet biru ini.

Rasakan sensasi saat tubuh menjelajah di atas kumpulan karang berukuran kecil hingga raksasa yang tumbuh di hamparan pasir dasar laut, dinding koral sepanjang puluhan meter, ditingkahi gerakan lincah beragam ikan karang dan biota laut dengan bentuk dan warna tubuh yang menawan hati.

Panorama itu dengan mudah bisa ditemukan di negeri bahari ini. Dengan panjang pantai 95.181 kilometer atau kedua terpanjang di dunia, terhampar surga terumbu karang dengan ragam ikan di permukaan (pelagis) dan dasar perairan (demersal), goa, hingga gunung bawah laut.
Read more...
 
Berburu Matahari di Maninjau
Wednesday, 24 March 2010
KOMPAS.com - Danau Maninjau selalu menarik minat saya, bukan cuma karena panorama danaunya yang tenang dan mengandung misteri, seperti ada nuansa magis dan mistis yang dipancarkan air danau yang hijau kehitam-hitaman itu. Bukan cuma karena Kelok 44 yang fantastis, bukan hanya karena jalan salingka (selingkar) danau dengan nagari-nagari yang sarat mitologi seperti Tanjuang, Sani, Sigiran, Koto Malintang, dan lain-lain.

Juga bukan karena legendanya yang fenomenal karena menyangkut pembuktian akan kebersihan diri dari sepasang kekasih Sani dan Giran atau rumah Buya Hamka yang sangat tersohor sampai ke dan menjadi tujuan bagi para wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Timur Tengah. Atau hanya karena rakik (peyek) dan palai (pepes) rinuak (ikan-ikan kecil yang hanya hidup di Danau Maninjau) dan khas Maninjau atau rebusan pensi yang bikin alergi saya kumat.

Atau Puncak Lawang yang membuat para penggila olahraga paralayang di seluruh dunia ngiler karena ketinggian dan kualitas anginnya yang yahud, tapi memang karena semua itu, bahkan sawah dan perbukitannya yang seperti berlomba masuk ke pelukan danau pun sangat memikat mata saya. Sementara bebunyian tambua (gendang besar) serta gendang tassa para musisi tradisional di Paninjauan juga sangat indah kedengarannya di telinga.
Read more...
 
Pasola, Ketupat dan Perdamaian...
Monday, 22 March 2010

Kuda-kuda berlarian dengan rumbai warna-warni. Laki-laki sumba dengan ikat kepala menyala, mulut merah karena sirih tegak gagah di atasnya. Mereka membawa tongkat kayu yang dijadikan lembing. Bersahut-sahutan. Saling serang dengan kelompok diseberangnya. Begitu berani tanpa sama sekali menggunakan alat pelindung. Ya, momen seperti inilah yang akan ditemukan pada festival perang-perangan, Pasola.

Pasola bagi orang-orang di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah festival yang menunjukkan betapa beraninya para kesatria Sumba. Dalam perhelatan ini setiap laki-laki yang ikut serta berusaha menunjukkan ketangkasannya mengendalikan kuda dan melempar lembing kayu.

Jika ada yang berdarah dalam prosesi ini maka tidak boleh ada dendam, bahkan mereka percaya bahwa darah yang mengucur membawa pertanda baik. Tahun ini hasil panen dan mungkin tangkapan ikan di laut akan lebih baik. Luka yang timbul pun membuat jalannya pasola menjadi semakin seru karena setiap peserta ingin membalas lawan di depan sana.

 

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 19 - 24 of 489
Galeri Foto
Pencarian
Agenda Dewan

Pengelola Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta mengaku tidak melakukan persiapan khusus dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung wisata pendidikan luar angkasa menjelang musim liburan sekolah.  "Kami tidak melakukan persiapan khusus dan saat liburan sekolah nanti Planetarium akan beroperasi normal seperti hari biasa," ujar Kasi Pertunjukan dan Observasi Planetarium dan Observatorium, Hj Tarumini di Jakarta, Selasa (23/6).
     
Meski demikian, menurut dia, hampir dipastikan jumlah pengunjung ke tempat wisata pendidikan itu di musim liburan sekolah kali ini yang berlangsung 29 Juni - 12 Juli 2009 atau mulai pekan depan dipastikan mengalami lonjakan.  Saat ini telah mendaftar calon pengunjung rombongan yang berjumlah minimal 100 orang.

Pengunjung rombongan hanya berlaku pada hari Selasa-Jumat.   Sedangkan kapasitas ruang yang disiapkan bagi pengunjung seperti ruang teater bintang maksimal 350 tempat duduk untuk setiap kali pertunjukan dengan memakan waktu satu jam. "Dengan kondisi itu maka pihak pengelola tidak memberikan izin masuk jika tempat duduk telah terisi sesuai kapasitas yang disediakan baik rombongan atau pun perorangan," katanya.
     
Selain pertunjukan teater bintang, Planetarium dan Observatorium juga mengadakan pertunjukan lain seperti citra ganda atau slide show yang berisi materi tata surya, penjelajahan kecil di tata surya serta terjadinya gerhana matahari dan bulan. Untuk pertunjukan slide show kapasitas yang disediakan sebanyak 150 tempat duduk dan ke semua pertunjukan itu bisa dinikmati kecuali pada hari Senin dengan harga tiket yang cukup terjangkau.
     
Tiket rombongan sesuai peraturan daerah untuk pelajar dan mahasiswa Rp 3.000 per orang, bukan pelajar dan mahasiswa Rp 5.000, kemudian untuk umum anak-anak Rp 3.500 dan dewasa Rp 7.000 per orang. Sedangkan pertunjukan slide show untuk anak-anak Rp 1.500 per orang dan dewasa Rp 2.500 per orang.

Sumber : Antara

Senin, 27 februari 2007 laporan komisi-komisi tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.

Senin, 06 Maret 2005 pendapat akhir fraksi-fraksi tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.

Selasa, 21 Februari 2006 jawaban eksekutif tentang pembahasan pekerja BUMN PT. Banyu Urip Wira Jatim.
Polling
Apakah anda setuju terhadap Perda Transparansi sebagai kontrol Pemerintah Propinsi Jawa Timur ?