|
Tanah Lot Art Festival, Andalan Tabanan |
|
Tuesday, 27 July 2010 |
Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, Kabupaten Tabanan menjadikan kegiatan Tanah Lot Art Festival (TLAF) 2010 sebagai sarana kegiatan promosi pariwisata objen wisata andalan daerah "gudang beras" di Bali. Inilah, sebagai wujud nyata kepedulian objek wisata Tanah Lot akan karya para pendahulunya yang memang unik.
Manager Badan Operasional Objek Wisata Tanah Lot, I Made Sujana di Tabanan, Kamis (22/7/2010) mengatakan, obyek wisata Tanah Lot merupakan tempat suci umat Hindu, sekaligus pelestari seni budaya masyarakat setempat. "Ini membuktikan bahwa kita turut serta mendukung program pemerintah dalam melestarikan kebudayaan daerah," ujar Sujana.
Oleh sebab itu TLAF yang akan berlangsung selama seminggu mulai 26 Juli mendatang menampilkan kesenian klasik berupa tari dan tabuh, dengan menampilkan seniman-seniman terbaik dari desa-desa di kabupaten Tabanan. |
|
Read more...
|
|
|
Menelusuri Jejak McArthur di Morotai |
|
Thursday, 24 June 2010 |
KOMPASIANA.com - Ketiadaan informasi yang memadai membuat saya ‘buta’ saat menginjakkan kaki di Morotai. Hanya berbekal ‘pulau penuh peninggalan perang dunia kedua’ saya nekad ke sana. Ternyata Morotai pulau panas yang eksotis. Sayang dilewatkan begitu saja. Walau buta, hati saya riang. Saya suka Morotai. Pantainya indah, bersih, berpasir putih, dan belum terjamah.
Nama Morotai menarik minat saya saat seorang sopir oto menanyai tujuan seorang ibu yang turun dari speedboat di dermaga Sofifi. Hari itu, 6 Juni 2010, saya tinggalkan dermaga Kota Baru Ternate pagi-pagi, melaju dengan speedboat selama satu jam menuju Sofifi, Halmahera. Tujuan awal saya Tobelo, kota di Halmahera Utara. Mendengar kata Morotai disebutkan ibu tadi, saya jadi ingin menyeberang ke Morotai.
Perjalanan dari Sofifi menuju Tobelo ditempuh selama 3 jam, menyusur pantai timur Halmahera. Dengan oto, ongkosnya Rp 75.000. Lumayan mahal. Saya duduk di bangku belakang ujung kanan LUV terbaru berpenumpang 6 orang. Mata saya pedih, sinar mentari tepat mengenai mata saya. Apalagi semalam saya begadang. Pemandangan hijau dan indah sepanjang perjalanan tak cukup menghibur. |
|
Read more...
|
|
|
Ke Cihampelas, Cobalah Tahu Hujin |
|
Thursday, 17 June 2010 |
KOMPAS.com — Lembutnya tahu Hujin Tje Lie Rina yang disajikan dengan ayam cincang dan cincang jamur hioko membuat varian sajian tahu menjadi lebih kaya. Keunikan tersebut telah menjadikannya sebagai menu favorit restoran Radja Ketjil di Ciwalk, Jalan Cihampelas, Bandung, yang menonjolkan cita rasa peranakan China-Melayu dan Jawa.
Tahu yang terasa lembut dengan alas daun horenzo itu rasanya semakin pas dengan siraman saus tiram bercampur daun pokcay. Paduan ini sunguh sangat menggugah selera sehingga banyak orang yang sengaja datang hanya untuk memesan tahu yang lembut itu.
Mendengar namanya, tahu Hujin Tje Lie Rina, pasti membuat hati bertanya-tanya. Menurut Dede Komarudin, koordinator juru masak, menu tahu itu murni hasil ide dari pemilik restoran yang bernama Celerina, kakak dari Tika Panggabean yang juga menjadi salah satu investornya. |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 1 - 6 of 487 | |
|
|
|
|
Agenda Dewan |
|
|
|
|